Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Modifitor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifitor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2014

Honda Legenda Speedway Style

Tak sedikit yang pernah kecewa terhadap hasil modifikasi motor sebuah bengkel. Seperti tak sesuai dengan konsep yang diinginkan, kualitas yang jauh dari yang diharapkan atau bahkan masalah waktu pengerjaan yang molor. Sudah keluar uang banyak malah hasilnya tidak sesuai yang diharapkan!

Bram adalah salah satu orang yang menjadi korban sakit hati bengkel modifikasi motor. Karyawan swata ini mengaku sangat tidak puas dengan hasil modifikasi yang pernah dilakukan sebelumnya.


 “Sebelumnya saya pernah modifikasi motor saya, tapi hasilnya sangat tidak memuaskan. Masa cuma diganti ban sama swing arm doang. Saking kesalnya saya tidak pernah pakai itu motor,” tukas bapak 2 orang anak ini.

Berbekal tekad yang kuat untuk mengobati sakit hatinya tersebut, akhirnya Bram menyambangi bengkel NIN*ROCKSTA dibilangan Jakarta Barat. Dan setelah berkonsultasi bersama Nino Pramono sang pemilik bengkel akhirnya lahir konsep ala SPEEDWAY ini.

“Bosan dengan konsep street cub atau choppy cub yang sudah ada dan pengen tampil lebih extrem dengan motor tipe cub akhirnya kita dapat konsep ini,” tutur Nino punggawa NIN*ROCKSTA.


Perpaduan antara chooper dan cafe racer jelas terlihat di motor ini. Aura khas motor chopper terlihat dari bagian buritan yang rigid dan drop seat. Swing arm asli ganti rangka rigid yang di las langsung ke rangka motor. Dipadukan dengan stang merunduk dan buntut yang sedikit membulat menyerupai hornet ala caferacer di tahun 60an.

Untuk sektor depan Nino merubah sudut rake suspensi depan sekitar 15 derajat, sokbraker depannya diganti pakai kepunyaan Yamaha Byson agar makin terlihat gagah. Lalu untuk memperkuat sektor komstir penambahan pipa backbone pun dilakukan.

“Motor ini hampir 75% dikustom ulang. Sisanya menggunakan part aftermarket dari berbagai macam merk motor yg di sesuaikan untuk peruntukan motor ini,” tutup Nino. (motor.otomotifnet.com)

Jumat, 27 Desember 2013

Modifitor - New Honda Beat 2013, Dengan Konsep Delapan Penjuru Mata Angin, Jakarta


Konseptual modifikasi airbrush tema grafis, harus dibikin matang agar hasil lebih berjiwa. Konsep yang diterapkan Joni Ilmawan dari AJ Airbrush, salah satunya. Hidupkan aura goretan pen brush grafis di body motor, Joni panggilan akrabnya mengambil tema ‘Delapan Penjuru Mata Angin’. Titik poin interest delapan penjuru mata angin ini disimbolkan dengan bulatan yang ditarik ke delapan arah.
Delapan arah angin ini hasilkan grafis saling bertautan, layaknya angin dari berbagai sudut. Realisasikan konsep ini, memang butuh kejelian agar hasil terlihat sempurna dan  rapi. “Dan yang pasti, wajib sabar, saat memainkan pen brush agar hasil bisa maksimal,” papar Joni, panggilan akrab Joni Ilmawan sang modifikator sekaligus airbrusher.
Hampir tak ada tempat yang tak kena semprotan pen brush Joni. Mulai dari mesin, cover body, pelek dan juga jok semua rata dengan jilatan cat nuansa warna Stabilo. Sebelum dijilat tema grafis, keseluruhan body dibikin putih terlebih dahulu dengan cat dasar merek Spies Hecker. Tentu, ini dengan niatan supaya warna Stabilo lebih mentereng.
Karena komponen motor dibikin dari berbagai material, tentunya teknik juga berbeda di beberapa titik. “Semisal untuk cat bagian kulit jok. Agar hasilnya tidak retak, kita aplikasi clear khusus. Setelah pernish kering, kontur permukaan akan fleksibel. Sehingga saat diduduki, cat bakal aman,” jelas Joni yang juga humas dari KAI (Kominitas Airbrusher Indonesia).
Paling sering bermasalah, dibagian crank case. Permukaan ini, bakalan panas kala engine dihidupkan. “Agar enggak meleleh, epoxy cat dasar harus yang hi-temp,” terang pria yang punya alamat di Jl. Daan Mogot Km 11, Taman Kota, Kembangan Utara, Jakarta Barat. (www.motorplus-online.com)

Rabu, 25 Desember 2013

Modifitor - New Honda Beat 2012


Tibo Bucos punya konsep unik di Honda New BeAT miliknya. Agar tampak menarik, doi menggabungkan cutting sticker bertema kartun Planes dengan warna body yang terlihat kinclong. Bukan terlihat aneh, tetapi hasilnya justru bikin penasaran.

Dalam penggarapan warna body, pria yang tinggal di kawasan Bekasi, Jawa Barat ini terbilang berani. Warna-warna cerah seperti orange, merah, biru muda, dan kuning disatukannya. Namun dengan penempatan yang pas, hal ini menjadi daya tarik tersendiri di body motornya.
“Biru muda warna dasar body. Sedangkan orange, merah, dan kuning untuk aksen saja yang dibuat dari stiker. Dilihat, hasilnya bagus juga,” ucap Bucos.
Nah, sesuai konsepnya, doi menambahkan grafis stiker bertema kartun Planes di sekujur tubuh motor. Meski banyak sticker yang ditempelkan, motor masih terlihat menarik. Lagi-lagi karena kejelian Bucos dalam penempatan.

Untuk menguatkan tema yang diusungnya, dipasangkan juga diecast tokoh kartun Planes di bagian dek tengah. Pemasangan aksen ini juga membuat karakter kartun tampak lebih hidup di BeAT rakitan 2012 ini.
Uniknya, jika kebanyakan motor matic menggunakan pelek dengan ukuran yang tidak terlalu lebar, Honda BeAT ini justru dijejali pelek lebar. Warna pelek juga disesuaikan dengan warna body. Makin serasi ya broo! (www.motorplus-online.com)


DATA MODIFIKASI

Ban : FDR
Sok belakang : Honda Grand
Sok depan  : Trusty
Pelek depan : Champ 2,50 inci
Pelek belakang : Champ 3,00 inci

Selasa, 24 Desember 2013

Modofikasi Yamaha Jupiter Z 2010, Road Race


Warisan bukan hanya harta kekayaan, warisan juga berlaku di balap motor. Seperti motor yang tahun kemarin dibesut M. Zaki, kali ini diwariskan untuk Agung Didu pembalap dari tim Yamaha Yamalube FDR KYT Trijaya (YYFKT). Yamaha Jupiter Z ini, turun di event Motoprix region 2 Seri 7 yang diselenggarakan di Sirkuit Karting Sentul, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu di kelas MP6 (Bebek 110 cc Standar Pemula).

“Dari Zaki ke Didu, hanya sedikit yang musti diubah dan disesuaikan,” bilang Haris ‘Mletis’ Sakti, Chief Mekanik tim YYFKT. Kita coba bedah mulai dari bagian terdalam engine. Piston TDR aplikasi diameter 52 mm yang dibikin mendem 0,4 mm hasilkan perbandingan kompresi mesin 12 : 1, untuk meminum Pertamax.


Head silinder dijejali klep in 23 mm dan ex 20 mm. “Agar power melimpah dan mudah didapat, sitting klep musti diubah derajatnya. Dari standarnya, sitting klep in dibikin jadi 31 derajat dan ex 29 derajat. Kalau enggak diubah sitingnya, motor bakal lemot dan enggak bisa maksimal,” bilang mekanik kondang ini. Buka-tutup katup tadi, diatur kem berdurasi in-ex 282 derajat.

Durasi kem ini, bikin klep in membuka 40 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 62 setelah TMB (Titik Mati Atas). Sedangkan katup buang membuka 62 derajat sebelum TMB dan menutup 40 derajat setelah TMA. Sedangkan di bagian kubah head, Mletis masih menggunakan model squish.

Power sudah melimpah. Untuk memperbaiki torsi, sedikit terganjal dengan regulasi magnet. “Magnet nya kita masih menggandalkan bawan motor,” papar mekanik muda berbakat ini.

Mensiasati cuaca yang kala itu panas terik, karburator standar dijejali main jet 135 dan pilot jet 25 diandalkan. Sedangkan untuk sirkuit Karting Sentul yang punya karakter trek pendek, girboks dan final gir wajib disesuaikan. Mletis menanamkan rasio gigi I, 13/36 mata. Gigi II, 16/29 mata. Gigi III (standar) 21/29 mata. Gigi IV, 21/24 mata. “Final gir-nya kita pakai 13/42 mata,” bilang Mletis.

Dari awal kualifikasi besutan Agung Didu selalu memimpin jalannya lomba. Alhasil saat race MP6, motor hasil racikan Mletis ini mampu membawa pembalap bernomer start 152 itu finish di urutan pertama. Lewat spek mesin ini, catatan waktu terbaik sanggup bermain di 59,53 detik buat satu putaran. "Ini berkat setingan knalpot dan mapping CDI yang pas juga sih," tutupnya. (www.motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI :
Cakram: TDR
Knalpot: Creampie
Sok belakang: TDR
CDI  : Rextor Limited
Koil: Protec

Minggu, 08 Desember 2013

Kawasaki Ninja 250R 2011 Bangka, Hanya Percaya Pada Hasil Terbaik


Kawasaki Ninja 250R 2011 (Bangka) Karena Tak Ingin Sama
Mau beda! Itu sudah jadi naluri semua umat manusia. Termasuk Bripda Danu Subrata yang kesehariannya dinas di Polda Bangka, Babel. Kawasaki Ninja 250R yang selalu menemani bertugas tak ingin tampil serupa, apalagi di wilayahnya. Tak ayal motor pabrikan ‘geng ijo’ itupun dicustom.
Kawasaki Ninja 250R 2011 (Bangka) Karena Tak Ingin Sama
“Ini juga baru kesampaian dicustom. Kebetulan baru sekarang ini ada bengkel modifikasi fiberglass di pulau Bangka. Yang tentunya sesuai dengan selera saya dan kualitasnya tidak sembarangan,” kata Danu yang juga anggota BPNC (Bangka Punya Ninja Community).
Danu mempercayakan Antoni dari rumah modifikasi D'fect Project sebagai eksekutornya. Sebab karya Antoni sudah tidak diragukan dalam hal bermain bodi pakai fiberglass. Belum lagi didukung sentuhan-sentuhan bodi kit di beberapa sektor untuk mempermanis tampilan.
Kawasaki Ninja 250R 2011 (Bangka) Karena Tak Ingin Sama
Bisa dilihat dari bagian kedok atau tebeng lampu depan, tangki hingga ke buritan. Contohnya model kedok lampu ala Transformer dipadu headlamp Honda New Blade. Tampilannya diperkokoh kondom tangki Cobra dan fairing samping full body kit.
“Yang beda dari biasanya, buntut belakang mengacu bodi Yamaha R6 yang terlihat lebih meruncing. Apalagi tetap diselipkan lampu rem dan sein agar motor tetap safety. Makin sangar motor dikelir kombinasi orange kilap dan grey doft plus sedikit sentuhan silver,” ujar Antoni di Jl. Batin Tikal Karya Makmur No. 50, Pemali, Sungailiat, Bangka.
Karena tiap akhir pekan motor dipakai latihan cornering. Kaki-kaki original diseting ulang. Seperti lubang suling sok depan diubah biar redaman smooth. Sedangkan sok belakang cukup geser posisi lubang unitrack. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Ban depan: Comet 110/60-17
Ban belakang: Comet 150/70-17
Stang: DBS
Knalpot: Costum Akropovic
Spidometer: Koso

Senin, 25 November 2013

Yamaha Mio Soul, Racing Look Sampai Tekuk Sasis…!!!

Rombak sasis, seperti yang dilakukan para modifikator tanah air merupakan hal wajar. Sebab yang mereka lakukan memangkas sebagian rangka utama, lalu menggantinya sesuai konsep modifikasi. Namun begitu, tetap sesuai aturan. Yah..., macam motor balap drag bike. Rangka yang paling dominan.

Atas dasar itu, modifikasi aliran drag fashion jadi andalan Rahjo yang pemilik Yamaha Mio Soul ketika hadir di Yamaha Cuzztomatic 5 region Bali, beberapa waktu lalu.

“Di kelas Skubek Racing Look, jadi wadah ajang pembuktian karya saya ini. Dan,  saya berharap dapat kesempatan jadi juara,” kenang Putu Ngurah Wijaya, pemilik nama asli Rahjo.


Namun Rahjo yang kini tinggal di Plawa, Denpasar-Bali, lebih dulu meminta bantuan, Airbrusher Yudi Paint XPC yang kebagian garap. Mengandalkan motif corak tribal, namun warna yang dipilih dominan cerah seperti merah muda, biru muda, ungu, kuning juga hijau Stabilo paling dominan.

Warna-warna fresh tadi lalu dikombinasi part-part variasi yang lumayan ngejreng juga kinclong. Seperti pemasangan sok depan upside down merek Combiz dikombinasi pipa teleskopik ukuran panjang. Makanya, segitiga atas-bawah comot dari motor lain mesti dipakai. Biar seperti ayam jago dengan tempurung dari tebeng depan Yamaha Fino.

Tidak hanya fokus di depan! Kalau lihat bagian buritan, lengan ayun Nouvo custom ditopang sok double dari Showa. Konon, ubahan tersebut dipakai agar tunggangan lebih stabil.

“Otomatis crankcase CVT sebelah kanan mesti bikin dudukan buat baut lengan ayun. Lalu rangka belakang bagian kanan juga dibuatkan adaptor dudukan sok buat bagian atas,” imbuh Rahjo lewat telepon selularnya.

Tapi, dari semua ubahan itu, hal paling garang dilakukan Rahjo adalah berani menekuk underbone. Sehingga posisi as rumah komstir dan rangka tengah makin mendekat. Seolah-olah skubek ini makin mencium bumi. Sadis… 

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/09/08/343809/78/10/Yamaha-Mio-Soul-Racing-Look-Sampai-Tekuk-Sasis