Ads 468x60px

Minggu, 08 Desember 2013

Kawasaki Ninja 250R 2011 Bangka, Hanya Percaya Pada Hasil Terbaik


Kawasaki Ninja 250R 2011 (Bangka) Karena Tak Ingin Sama
Mau beda! Itu sudah jadi naluri semua umat manusia. Termasuk Bripda Danu Subrata yang kesehariannya dinas di Polda Bangka, Babel. Kawasaki Ninja 250R yang selalu menemani bertugas tak ingin tampil serupa, apalagi di wilayahnya. Tak ayal motor pabrikan ‘geng ijo’ itupun dicustom.
Kawasaki Ninja 250R 2011 (Bangka) Karena Tak Ingin Sama
“Ini juga baru kesampaian dicustom. Kebetulan baru sekarang ini ada bengkel modifikasi fiberglass di pulau Bangka. Yang tentunya sesuai dengan selera saya dan kualitasnya tidak sembarangan,” kata Danu yang juga anggota BPNC (Bangka Punya Ninja Community).
Danu mempercayakan Antoni dari rumah modifikasi D'fect Project sebagai eksekutornya. Sebab karya Antoni sudah tidak diragukan dalam hal bermain bodi pakai fiberglass. Belum lagi didukung sentuhan-sentuhan bodi kit di beberapa sektor untuk mempermanis tampilan.
Kawasaki Ninja 250R 2011 (Bangka) Karena Tak Ingin Sama
Bisa dilihat dari bagian kedok atau tebeng lampu depan, tangki hingga ke buritan. Contohnya model kedok lampu ala Transformer dipadu headlamp Honda New Blade. Tampilannya diperkokoh kondom tangki Cobra dan fairing samping full body kit.
“Yang beda dari biasanya, buntut belakang mengacu bodi Yamaha R6 yang terlihat lebih meruncing. Apalagi tetap diselipkan lampu rem dan sein agar motor tetap safety. Makin sangar motor dikelir kombinasi orange kilap dan grey doft plus sedikit sentuhan silver,” ujar Antoni di Jl. Batin Tikal Karya Makmur No. 50, Pemali, Sungailiat, Bangka.
Karena tiap akhir pekan motor dipakai latihan cornering. Kaki-kaki original diseting ulang. Seperti lubang suling sok depan diubah biar redaman smooth. Sedangkan sok belakang cukup geser posisi lubang unitrack. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Ban depan: Comet 110/60-17
Ban belakang: Comet 150/70-17
Stang: DBS
Knalpot: Costum Akropovic
Spidometer: Koso

Superbike Listrik Bertampang Transformers



Negeri Pizza Italia dikenal sebagai produsen motor-motor sport eksotis sekelas Ducati atau Aprilia. Tak ingin kalah dengan produsen motor bermesin bensin, CRP Group yang dikenal sebagai produsen motor listrik coba menawarkan superbike listrik berjuluk Energica Ego.

Sepintas sosok Energica Ego tak ubahnya superbike dengan mesin konvensional. Hal ini hadir dengan desain fairing dan bodi yang agresif berkat aplikasi sudut tajam. Selain itu, kesan gahar makin kental dengan aplikasi sepasang headlamp proyektor. Tampang unik ini mengingatkan kita akan sosok robot di film fiksi Transformers.

Tak hanya sangar di tampilan, urusan sumber penggerak Energica Ego juga dibekali motor listrik yang tak kalah dari superbike bensin. Yakni bertenaga 134 dk dan torsi 195 Nm yang diklaim mampu meraih top speed 240 km/jam.

Selain itu, motor berbobot 258 kg dilengkapi dengan baterai 11,7 kWh yang bisa dicas penuh cukup dalam waktu 3,5 jam.

Bahkan Energica Ego juga dilengkapi dengan sederet komponen mahal yang biasa tertanam pada motor balap. Diantaranya pelek Marchesini, suspensi depan upside down Marzocchi adjustable rebound dan sok belakang Ohlins yang dipasang tegak. Masih kurang? Ada pula paket rem dari Brembo dengan komponan ABS buatan Bosch switchable.

Oiya, buat yang berminat pada Energica Ego, silahkan menebusnya dengan harga Rp 273 jutaan dan tunggu sampai peluncuran resmi produk massalnya di bulan Februari 2015. (motor.otomotifnet.com) 

Manfaat Belt Dressing, Tinggal Semprot Saja CVT Jauh Dari Selip!

Saat Yamaha X-Ride tunggangannya terendam air kurang lebih 10 menit, Imron R warga Setu Babakan, Jaksel sempat deg-degan. Apalagi saat grip gas dipelintir, skutik dual purpose tersebut enggak jalan. “Sepertinya ada yang selip,” kata pria akrab disapa Ibond singkat.

Dalam kondisi seperti itu, mekanik kenalannya menyarankan untuk memanfaatkan cairan belt dressing. Dan benar saja, sekali semprot dengan cairan tersebut X-Ride tunggangannya langsung ngacir lagi.

Sepertinya dalam kondisi musim hujan dan banyaknya genangan air, cairan yang satu ini bisa jadi salah satu senjata yang wajib dibawa pengguna skutik. Tentunya agar enggak mengganggu perjalanan Anda.

“Enggak banyak yang menggunakan cairan tersebut. Entah karena memang enggak tahu manfaatnya atau belum pernah mengalami CVT selip,” jelas Agus dari Matic Shop, Ciledug.

Untuk produk seperti Yamaha Mio keluaran lawas, penyemprotan cairan tersebut ke belt lebih mudah. Pasalnya ada lubang di bawah cover CVT yang bisa dibuka dan lalu dari situ cairan disemprotkan.

Tapi buat produk skutik anyar, sepertinya agak lebih ribet untuk menyemprotkan cairan tersebut. Pasalnya mewajibkan untuk buka cover CVT dan baru bisa disemprot.

Enggak hanya urusan selip saja yang bisa diatasi dengan belt dressing. Agus juga bilang, kalau umur pakai belt juga bisa lebih panjang dengan penggunaan belt dressing. Itu karena retakan-retakan tipis pada belt, bisa diobati dengan menyemprotkan cairan tersebut. (motor.otomotifnet.com) 

Pilihan Roller yang Bobotnya Ringan, Pas Untuk Balap Sampai Adventure

Di dunia balap skutik, sudah lumrah menggunakan roller dengan bobot yang ringan. Dengan ubahan yang sudah dilakukan pada gigi rasio, maka polesan akhirnya pada penggunaan roller. Saat ini, penggunaan roller berbobot ringan enggak hanya diperlukan mekanik balap skutik. Penyuka adventure dengan Yamaha X-Ride juga memerlukan part tersebut.

Menurut Muhamad Kurniawan Susanto dari komunitas X Rider Adventure (XRAD), itu dilakukan agar supaya tarikan mesin bawahnya lebih yahud. Baik motor standar maupun bore-up, saat melakukan adventure memerlukan roller berbobot ringan.

Berbicara soal bobot yang biasa dipakai, pilihan utamanya adalah yang 6 gram. Namun ada juga yang merasa kurang ringan dan menggantikannya dengan yang berukuran 5 gram.“Kalau mau enteng lagi, biasanya dengan cara memodifikasi dengan pisau tuner. Namun pastikan bobot roller-nya rata dengan menimbang terlebih dahulu,” jelas Joko S dari Padepokan Motor di Depok, Jabar.

Dengan sudah adanya mekanik balap skutik yang mengaplikasi roller berbobot ringan, maka part tersebut enggak susah dicari. Beberapa merek yang terkenal sudah menyediakan roller dengan bobot 6 gram.

Merek-merek yang menyediakan roller enteng, seperti CLD, TDR, Kawahara, Kitaco, LHK dan lainnya. (motor.otomotifnet.com)

Sekitar 100 Klub Hadiri Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara

Pecinta Honda Vario yang tergabung dalam 100 klub Vario dari berbagai penjuru Tanah Air berkumpul mengikuti Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara di Sasana Budaya Ganesha Convention Center, Bandung (8/11).

General Manager Honda Customer Care Center (HC3) PT AHM Istiyani Susriyati mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi Jamnas Paguyuban Vario Nusantara sebagai salah satu kegiatan yang dapat menyatukan komunitas atau klub pecinta motor Honda Vario.

“Kebersamaan dengan konsumen kami harapkan tidak hanya terhenti pada saat membeli motor. Kami ingin terus membangun hubungan sinergis dengan konsumen agar mereka dapat terus merasakan komitmen kami menemani mereka mewujudkan impiannya, termasuk melalui wadah klub dan komunitas Honda,” ujarnya.

Jamnas Paguyuban Vario Nusantara ke-4 ini juga dimeriahkan oleh beragam aktivitas yang mampu menciptakan kemeriahan dan semangat kebersamaan di antara mereka, seperti permainan interaktif yang akan melibatkan para bikers. Mereka akan diajak untuk mengikuti permainan yang bersifat individu dan kelompok.

Setelah berkumpul di Sasana Budaya Ganesha tempat Jambore Nasional Paguyuban Vario Nasional diselenggarakan, para pecinta Honda Vario ini melakukan aksi sosial dalam bentuk pemberian sembako untuk Panti Jompo Budi Pertiwi yang diserahkan langsung oleh para perwakilan klub Honda Vario.

“Kami senang sekali bahwa pecinta Honda Vario memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Kami harapkan aksi peduli ini dapat menginspirasi anggota klub lain untuk berbuat hal yang sama saat mereka kembali ke daerahnya,” harap Istiyani.

Setidaknya 100 komunitas pecinta motor Honda Vario dan komunitas lain telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Jamnas Paguyuban Vario Nusantara 2013 ini. Mereka antara lain berasal dari HVRC (Honda Vario Rider Club – Bandung) , HVC (Honda Vario Club) All Chapter, Javacomm (Yogyakarta Vario Community), HVOC-T (Honda Vario Owner Club Tasikmalaya),  VOCS (Vario Owner Club Sukabumi), CHVC (Ciamis Honda Vario Community), VRB (Vario Rider Bogor) , VOC (Vario Owner Club) Malang, BVC (Balikpapan Vario Community), VMAC’S (Vario Matic Club Solo), dan VCS (Vario Club Surabaya).

Selain itu klub Honda Vario lain yang bergabung Jambore kali ini adalah VOC Klaten, HVS Honda Vario Semarang, D’javoe Jogjakarta, NVM (Next Vario Malang), TVC (Trenggalek Vario Club), BAVAS Banjar, VTOC Tegal, VACTA Tangerang , VIP (Vario Independent Ponorogo), MVP Purwodadi, VANILA Boyolali, VBC Vario Banjarsari Club, VRC Banten, VOC Tangerang, CVC Ciputat, dan VIS Vario Independent Serang.

Tak ketinggalan klub Vario dari luar Jawa juga ikut dalam gathering akbar ini antara lain HVOC Lombok, VBC (Vario Bali Club), Viber (Vario Bali Rider), Vanatic Medan,  HVCL (Honda Vario Club Lampung), IVC  (I’m Vario Club Bengkulu), VCB Bima,Virgin Vario Club Jambi, BVC (Bontang Vario Club), dan Vario Mahakam, serta masih banyak lagi club Vario lainnya. Sementara itu, klub lain di luar komunitas pecinta Vario di bawah Paguyuban Ikatan Motor Honda Bandung dan Forum Club Motor Bandung juga ikut meramaikan acara Jamnas Paguyuban Vario Nusantara ini. (motor.otomotifnet.com)

Minggu, 01 Desember 2013

Kawasaki Ninja 250 Diincar Pencuri dan Perampok! Waspadalah !!!

Kejadian penembakan yang dialami Briptu Ruslan di kawasan Depok, Jabar pada September lalu membuat komunitas dan pemilik motor Kawasaki Ninja 250 galau. Motor Ninja 250-nya dirampas saat tengah dicuci di tempat cuci yang tengah ramai pengunjung. Saat berebut kunci, sang pemilik ditembak oleh pelaku.

Kasus ini jadi topik hangat kopdar komunitas Ninja di Jakarta selama beberapa minggu terakhir. Kejadian ini jadi seperti pengingat, bahwa ternyata pencurian Ninja 250 makin sering terjadi, seiring naiknya popularitas dan populasi motor sport ini. Dari yang dicuri saat parkir di teras, di parkir liar sampai ditodong pistol dan golok di tengah jalan.

Dalam sebulan ini, Komunitas Ninja Fit (KNF) mengalami 2 musibah pencurian motor. Satu dialami Bardi Jarwo saat memarkir motornya di depan sebuah warnet di kawasan Jakarta Timur dan Romano Okto Dirgavedo. Motornya hilang saat diparkir di teras rumahnya di kawasan Graha Bintaro, Tangerang.

Sejak membeli motornya 11 bulan lalu, sepanjang malam, Vedo selalu memarkir motornya di teras rumah. Hingga dua minggu lalu (16/11), ia menyadari motor kesayangannya telah raib. “Enggak parkir di garasi, tapi di depan ada pagar yang terkunci. Ketahuan jam 6 pagi, yang ada tinggal kuncinya di meja kamar saya,” kenang Vedo dengan nada sedih.

Kejadian ini sungguh tak terduga bagi karyawan apartemen di kawasan Sudirman, Jakpus ini. Kebetulan beberapa minggu sebelumnya seorang saudaranya berkunjung dan bercerita mengenai kejadian yang menimpa sang tetangga di kawasan Citayam.

“Ingatin saya supaya hati-hati pakai Ninja. Katanya tetangga dia lagi naik motor lalu dipepet, ditodong pistol di pahanya. Ya dikasihlah motornya. Kejadiannya di jalan sepi,” ujarnya.

Memang tidak semua upaya pencurian Ninja sukses dilakukan si pencuri. Ada juga yang gagal, tapi tetap meninggalkan kerugian material dan immaterial bagi si calon korban. Seperti disaksikan Sandy, pemilik Ninja 250 SI saat mengunjungi dealer Kawasaki di kawasan Fatmawati, Jaksel, Senin siang (25/11).

“Mekaniknya lagi ngerjain 2 Ninja 250, kuncinya dijebol maling pakai kunci T. Tapi karena rumah kuncinya keras, kunci T-nya malah patah di dalam. Motornya selamat, tapi rusak, yang punya juga enggak bisa pakai motornya. Dua motor punya kakak adik, serumah di daerah Senayan. Dua-duanya ganti rumah kunci, masing-masing Rp 1,2 juta,” papar instruktur fitness di sebuah pusat kebugaran di mall Grand Indonesia, Jakpus ini.

Bagi aktivis komunitas Ninja ini, kejadian semacam itu bukan hal baru. Sejak naik Ninja tahun 2008, ia mendengar dan melihat sendiri kejadian buruk yang dialami teman-temannya. Dari yang hilang saat parkir di area parkir liar sampai yang dibegal.

“Seorang teman dari komunitas Ninja yang biasa nongkrong di Pluit Village yang jadi korban. Ditodong pakai golok dan diambil motornya di daerah Kedoya, Jakbar,” bilang Sandy.

Waduh, lebih waspada ya bro/sis terhadap tunggangannya!  (motor.otomotifnet.com)