Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

Rawat Tombol Kunci Motor Anda, Agar Tidak Bisa di Bobol Oleh Maling

Maling paling demen ngincar motor yang kunci kontaknya tak berpengaman. Karena tinggal masukin kunci T, kontak bisa cepat dibobol. Makanya kini hampir semua pabrikan melengkapi fitur shutter key di produk-produk mereka, demi keamanan motor konsumen itu sendiri.

Itu pun shutter key masih bisa dibobol, lho. Tapi, paling tidak bisa memperlambat aksi si tangan jahil. Namun ente kudu ekstra perhatian nih dengan kinerja shutter key motor kesayangan ente. Sebab, shutter key bisa ngambek alias tidak bisa menutup sebagai mestinya bila terserang kerak atau kotoran. Akhirnya, bakal jadi sasaran empuk maling tuh!


Seperti dialami Umi, warga Depok, Jawa Barat pada Honda Scoopy keluaran 2010 miliknya. “Biasanya saat kunci kotak sudah diposisikan ngelock setang dan kunci dicabut, maka shutter key akan otomatis menutup lubang kunci. Tetapi, belakangan ini suka enggak mau menutup otomatis. Mesti diputar dulu pakai gagang kunci,” tutur ibu 3 anak ini.
Ini bisa terjadi bila mekanisme shutter key mulai dihinggapi kotoran atau kerak. Apalagi musim hujan begini, per yang ada dalam mekanisme shutter key jadi tak kuat mendorong penutupnya.

Nah, kalau sudah begini, segera deh atasi lewat cara disemprot penetran. “Boleh pakai WD40 untuk lancarkan kembali kinerja part,” bilang Endro Sutarno, intruktur Astra Honda Training Center (AHTC).


Usai disemprot penetran, buka-tutup mekanisme shutter key beberapa kali agar kotoran yang nempel di dalam rontok. Lalu semprotkan penetran sekali lagi biar kotoran benar-benar bersih. Bila perlu, lubang kuncinya juga ikut disemprot agar perputaran mekanisme kunci lancar. Karena umumnya penetran kayak WD40 juga mengandung pelumasan. (www.motorplus-online.com)

Kamis, 26 Desember 2013

Rawat Kabel Chooke, Rem, Kopling dan Gas Motor Anda, Apabila Mulai Seret


Curah hujan tinggi belakangan ini patut kita waspadai. Sebab, hujan tak hanya bisa menimbulkan penyakit pada tubuh. Tapi, juga bisa ke tunggangan kesayangan. Lho kok?
Motor kan banyak kandungan logamnya. Nah, air hujan itu mengandung kadar asam yang bisa menyebabkan karat pada logam serta melunturkan pelumasan pada komponen motor.

“Ada beberapa bagian motor mesti diperhatikan saat musim hujan. Contohnya standar tengah dan samping, rem hingga kabel gas, kopling, rem dan chooke atau cuk. Kadang kerjanya suka seret lantaran pelumasannya kering atau luntur,” bilang Ari, kepala mekanik AHASS Bintang Niaga di Jl. Mayor Oking, Cibinong, Jawa Barat.

Tetapi, pada selongsong kabel yang dilengkapi penutup kayak di motor-motor keluaran sekarang, lanjut Ari, pelumasan kering atau luntur jarang terjadi. Namun faktor usia pakai yang lama, ditambah cuaca yang kadang panas trus ditimpa hujan, bisa saja membuat pelumasan didalamnya kering.


“Yang paling sering seret duluan biasanya kabel cuk. Karena komponen ini suka jarang dipakai. Asal mesin gampang dihidupkan, cuk tidak dioperasikan. Akibatnya, pelumas di dalam kabel cepat mengering,” terang Ari.

Nah, bila ente mendapati kinerja kabel cuk di motor kesayangan sudah mulai seret, sebaiknya segera dah dilumasi ulang jika masih memungkinkan. Sebab kalau kerak atau karat pada kabel sudah terlalu parah, biasanya akan susah untuk dilumasi.

Biar enggak tanggung, kabel gas, kopling hingga remnya sekalian dilumasi juga. “Kala melumasi, sebaiknya kabelnya dilepas. Biar pelumasnya gampang turun hingga ke ujung kabel,” saran Ari.

Cara melumasinya, ambil plastik es batu yang ujung buntunya dibolongi sedikit. Lalu masukan salah satu ujung kabel ke bolongan plastik es batu tadi, kemudian ikat pakat karet gelang.

Selanjutnya tengadahkan plastik yang sudah dimasukkan kabel yang akan dilumasi ke atas. Setelah itu, semprotkan penetran terlebih dulu ke dalam plastik tadi secukupnya sembari kabel ditarik-ulur berulang-ulang. Tujuan pemakaian penetran ini untuk merontokkan kerak atau karat pada kabel dan bagian dalam selonsongnya.

Jika yakin keraknya sudah rontok, baru deh tuangkan oli mesin baru ke dalam plastik. Ulangi menarik-ulur kabel selama beberapa kali, sampai pelumas turun hingga ke ujung kabel lainnya.
Gampang kan broo? Selamat mencobanya ya broo!! (www.motorplus-online.com)

Minggu, 08 Desember 2013

Manfaat Belt Dressing, Tinggal Semprot Saja CVT Jauh Dari Selip!

Saat Yamaha X-Ride tunggangannya terendam air kurang lebih 10 menit, Imron R warga Setu Babakan, Jaksel sempat deg-degan. Apalagi saat grip gas dipelintir, skutik dual purpose tersebut enggak jalan. “Sepertinya ada yang selip,” kata pria akrab disapa Ibond singkat.

Dalam kondisi seperti itu, mekanik kenalannya menyarankan untuk memanfaatkan cairan belt dressing. Dan benar saja, sekali semprot dengan cairan tersebut X-Ride tunggangannya langsung ngacir lagi.

Sepertinya dalam kondisi musim hujan dan banyaknya genangan air, cairan yang satu ini bisa jadi salah satu senjata yang wajib dibawa pengguna skutik. Tentunya agar enggak mengganggu perjalanan Anda.

“Enggak banyak yang menggunakan cairan tersebut. Entah karena memang enggak tahu manfaatnya atau belum pernah mengalami CVT selip,” jelas Agus dari Matic Shop, Ciledug.

Untuk produk seperti Yamaha Mio keluaran lawas, penyemprotan cairan tersebut ke belt lebih mudah. Pasalnya ada lubang di bawah cover CVT yang bisa dibuka dan lalu dari situ cairan disemprotkan.

Tapi buat produk skutik anyar, sepertinya agak lebih ribet untuk menyemprotkan cairan tersebut. Pasalnya mewajibkan untuk buka cover CVT dan baru bisa disemprot.

Enggak hanya urusan selip saja yang bisa diatasi dengan belt dressing. Agus juga bilang, kalau umur pakai belt juga bisa lebih panjang dengan penggunaan belt dressing. Itu karena retakan-retakan tipis pada belt, bisa diobati dengan menyemprotkan cairan tersebut. (motor.otomotifnet.com) 

Pilihan Roller yang Bobotnya Ringan, Pas Untuk Balap Sampai Adventure

Di dunia balap skutik, sudah lumrah menggunakan roller dengan bobot yang ringan. Dengan ubahan yang sudah dilakukan pada gigi rasio, maka polesan akhirnya pada penggunaan roller. Saat ini, penggunaan roller berbobot ringan enggak hanya diperlukan mekanik balap skutik. Penyuka adventure dengan Yamaha X-Ride juga memerlukan part tersebut.

Menurut Muhamad Kurniawan Susanto dari komunitas X Rider Adventure (XRAD), itu dilakukan agar supaya tarikan mesin bawahnya lebih yahud. Baik motor standar maupun bore-up, saat melakukan adventure memerlukan roller berbobot ringan.

Berbicara soal bobot yang biasa dipakai, pilihan utamanya adalah yang 6 gram. Namun ada juga yang merasa kurang ringan dan menggantikannya dengan yang berukuran 5 gram.“Kalau mau enteng lagi, biasanya dengan cara memodifikasi dengan pisau tuner. Namun pastikan bobot roller-nya rata dengan menimbang terlebih dahulu,” jelas Joko S dari Padepokan Motor di Depok, Jabar.

Dengan sudah adanya mekanik balap skutik yang mengaplikasi roller berbobot ringan, maka part tersebut enggak susah dicari. Beberapa merek yang terkenal sudah menyediakan roller dengan bobot 6 gram.

Merek-merek yang menyediakan roller enteng, seperti CLD, TDR, Kawahara, Kitaco, LHK dan lainnya. (motor.otomotifnet.com)

Jumat, 22 November 2013

Mengendarai Motor Sambil Merokok, Dapat Membahayakan diri sendiri Broo!!

Naik motor sambil merokok, saat ini cukup mudah ditemui di jalan raya. Ada anggapan bahwa melakukannya akan menghasilkan sensasi berbeda, ada juga yang beralasan mengendarai motor sambil merokok dapat menjadi solusi mengatasi kebosanan akibat macet di jalan raya.

Bahkan, ada yang berpendapat, dengan merokok dapat menghilangkan kantuk saat berkendara sehingga dapat membantu untuk tetap fokus. Masa sih?

Apapun alasannya, mengendarai motor sambil merokok sangat berbahaya! Tak hanya dari segi kesehatan seperti yang sudah tercantum di bungkus rokok, tapi juga pada unsur keamanan atau safety.

"Ada beberapa resiko yang membayangi para pengendara yang mengendarai motornya sambil merokok, bukan hanya bagi dirinya tapi juga buat pengendara lainnya," tegas Andry, instruktur safety riding dari Jakarta Road Survival.

Menurut Andry, saat mengendarai motor diperlukan konsentrasi tinggi. Dengan melakukannya sambil merokok, maka konsentrasi itu akan terbagi sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Makanya salah besar jika beranggapan mengendarai motor sambil merokok itu akan meningkatkan konsentrasi “ jelas Andry.

Resiko lain adalah bara api yang terdapat pada rokok. Hembusan angin kencang saat berkendara dapat menyebabkan bara api terbang tak tentu arah, bahkan mengarah ke muka si pengendara itu sendiri. Lebih berbahaya lagi, bila bara api yang terbang itu mengarah ke muka pengendara lain yang tak siap dengan kondisi tersebut.

Mirip dengan bara api, resiko yang disebabkan oleh puntung rokok tak kalah berbahayanya. Terkadang perokok yang sedang mengendarai motor membuang rokoknya tanpa memperhatikan kendaraan di belakangnya, sehingga puntung rokok yang masih menyala dapat terbang ke arah pengendara lain yang bisa menyebabkan kecelakaan.

“Intinya, kalau memang harus merokok, lebih baik menepi dulu dan merokok di pinggir jalan, untuk meminimalisir potensi kecelakaan yang disebabkan oleh rokok,“ tutup Andry.

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/03/23/339417/53/14/Mengendarai-Motor-Sambil-Merokok-Bahaya-Bro

Tips Packing Sebelum Turing

Saat ini, sudah menjadi hal umum bila klub-klub sepeda motor menjadikan aktivitas turing sebagai kegiatan wajibnya. Rute yang ditempuh biasanya berjarak jauh, sehingga memerlukan banyak persiapan sebelum melakukan turing.

Dilansir dari Motorbike-Tours.co.uk ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum turing, agar di dalam perjalanan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menghambat jalannya turing.

Beberapa minggu sebelum melakukan turing, mulailah membuat daftar barang yang ingin Anda bawa. Pada tahap ini, tidak masalah bila dalam daftar masih terdapat banyak barang.

Seiring makin dekatnya waktu, mulailah sortir barang-barang yang tidak terlalu penting untuk dibawa, dengan melakukan hal ini, selain menyortir barang, juga dapat meminimalisir resiko tidak terbawanya barang-barang yang justru akan diperlukan. Dalam menyortir barang perhatikan hal-hal berikut ini:

Minimalisir Barang Bawaan - Saat hendak melalukan turing, terkadang bikers ingin membawa setiap barang yang dirasa akan dibutuhkan di perjalanan nanti. Tetapi, jika barang bawaan terlalu banyak, hal itu justru akan menjadi salah satu penghambat kenyamanan kita dalam melakukan turing. Karena itu, tetapkan skala prioritas barang-barang apa saja yang akan dibawa,

Bagasi Sepeda Motor - Dibanding menggunakan tas ransel di punggung anda untuk membawa barang. Lebih baik menyiapkan boks khusus sepeda motor untuk menaruh barang, untuk meminimalisir beban kerja tubuh saat melakukan perjalanan jarak jauh. Namun tas kecil dapat di kenakan di tubuh, untuk membawa barang-barang penting seperti uang, atm, maupun telepon selular.

Meletakkan Pakaian Ganti - Kebiasaan tiap bikers dalam mengemas pakaian ganti biasanya berbeda-beda. Yang paling banyak dilakukan adalah menggulung setiap pakaian ganti sebelum dimasukkan ke dalam tas untuk memastikan pakaian tetap rapi, ada juga pilihan lain yaitu dengan menaruh pakaian dengan dilipat.

Plastik Untuk Pakaian Kotor - Penting untuk menyiapkan beberapa plastik yang akan digunakan untuk menaruh pakaian kotor, agar tidak tercampur dengan pakaian bersih anda.

Benda-benda Kecil - Cukup sering terjadi, benda-benda kecil yang penting tapi lupa kita bawa saat melalukan turing, seperti charger ponsel, kamera, baterai kamera, ataupun perlengkapan kesehatan.

Dokumen Penting - Amat krusial untuk memastikan segala dokumen seperti STNK dan SIM anda tidak tertinggal, jika akan melakukan turing ke luar negeri, pastikan untuk membawa paspor anda.

Itulah beberapa persiapan yang hendaknya dilakukan sebelum melakukan turing, dengan melakukan hal-hal tersebut niscaya akan membuat perjalanan anda aman, nyaman, dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, have a great touring!! We are Brothers!!

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/04/06/339739/53/14/Tips-Packing-Sebelum-Turing

Dilarang Keras Melamun!, Safety dan Konsentrasi Saat Berkendara

Sebuah perusahaan asuransi di Ameriak serikat, Erie Insurance Group (EIG) melakukan penelitian tentang kasus penyebab kecelakaan. Hasilnya, di luar dugaan banyak orang. Teramsuk kita, ente dan semua pembaca MOTOR Plus. Yup, faktanya, sebanyak 62 persen dari kecelakaan fatal di Amerika Serikat (AS), diakibatkan karena melamum.

Tercatat, 10 persen kecelakaan fatal di negeri Paman Sam ini, melibatkan minimal satu pengendara yang melamun. Dan you harus tahu, ternyatamelamun saat riding, mempunyai risiko 5 kali lipat ketimbang pengemudi mobil yang menggunakan ponsel. Seperti dilansir pada Bloomberg,  kecelakaan karena ponsel hanya 12 persen.  

Penelitian didasarkan data polisi 2010-2011 dari Fatality Analysis Reporting System (FARS). Ini adalah sensus nasional kecelakaan lalu lintas fatal pada kendaraan bermotor yang dikelola langsung oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) .

Hasil penelitian ini juga banyak direspon oleh organisasi masyarakat yang peduli terhadapat keselamatan berkendara seperti AAA Foundation maupun Kementerian Perhubungan AS. Dan menjadikan April sebagai bulan nasional khusus memperingati anti melamun di jalan.

Benar. Melamum bisa lebih berbahaya daripada penggunaan ponsel. Karena, penggunaan ponsel saat riding, bisa dibatasi dan ditekan dengan adanya Undang Undang yang menindak tegas dan denda tinggi bagi pelanggarnya. Ini sudah diterapkan di Indonesia.
Sedangkan melamun, tidak bisa diundang-undangkan. Karena, ini adalah sifat alami manusia. Makanya perlu kesadaran tinggi dari setiap pengendara.  Jangan naik motor sambil melamu atau sebaliknya!

Melamun bisa dibilang hilangnya perhatian. Dalam kamus bahasa Indonesia, diartikan pikiran melayang kemana-mana tidak konsentrasi. Kalau sambil duduk di rumah, silakan seharian melamum. Karena itu tidak membahayakan orang. Tapi kalau kalau melamun sambil riding, bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga nyawa orang lain.

Itulah mengapa melamun haram bagi pengendara saat berkendara. Saat berkendara butuh konsentrasi penuh. Karena setiap detik harus mengambil keputusan penting. “Kapan buka gas, kapan ngerem, kapan pindah gigi, kapan mencet klakson, kapan ngintip spion dan banyak lagi. Dan itu harus dilakukan setiap saat.

Makanya, tidak boleh ada waktu buat melamun atau hilang konsentrasi ketika berkendara.” tegas Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding

Contoh gampang, sobat naik motor dengan kecepatan 60 km/jam. Sedetik saja sobat melamum, maka motor sudah bergerak 16,6 meter. Coba bayangkan kalau you melamun ketika berkendara selama 5 detik. Tanpa disadari motor sudah melesat sejauh 83,3 meter dengan kecepatan 60 km/jam. Bayangkan kalau tiba-tiba di depan ada motor atau pejalan kaki melintas. Braaakkkkkk…

Ilustrasi di atas bila berkendara dengan kecepatan 60 km/jam. Lha, kalau lebih dari itu? Wassalam, Bro!

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/04/24/340362/53/14/Safety-dan-Konsentrasi-Saat-Berkendara-Dilarang-Keras-Melamun-

Rabu, 20 November 2013

Stiker di Sepatbor Belakang Simpan Potensi Bahaya

Menempelkan stiker di sepatbor belakang sepeda motor sudah menjadi hal yang umum. Mulai dari stiker yang berisi kalimat lucu, kata-kata mutiara, hingga logo klub motor cukup mudah ditemui. Stiker-stiker ini tak jarang menjadi semacam hiburan bagi pengendara di belakangnya, apalagi jika stiker yang ditempel berisi kalimat lucu yang dapat membuat kita sedikit tersenyum.

Namun hati-hati, stiker di sepatbor belakang ternyata juga menyimpan potensi bahaya. Letaknya yang biasanya di bagian bawah dapat menyebabkan pengendara di belakang kehilangan fokus pada keadaan sekitar karena terlalu asyik membaca stiker di depannya.

“Soal stiker di sepatbor tidak ada aturan khusus yang mengatur posisinya, sehingga si pemilik motor tidak dapat disalahkan. Tetapi harus diakui, stiker pada posisi tersebut dapat mengandung bahaya bagi pengendara lain,” jelas Andry Berlianto, instruktur safety riding dari Jakarta Road Survival.

Jadi, disarankan kepada pengendara untuk tidak terpancing melihat stiker dalam waktu lama, kecuali dalam keadaan diam atau berhenti. “Jangan sampai stiker itu mengalihkan fokus kita, tetap waspada pada keadaan sekitar,” kata Andry.

Nah, jadi jangan sampai tertawa membaca stiker di depan kita tapi setelahnya malah nabrak ya. Hati-hati ya..!

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/09/12/344011/53/14/Waspada-Stiker-di-Sepatbor-Belakang-Simpan-Potensi-Bahaya

Berkendara di Musim Penghujan, Perhatikan Kembangan Ban Anda

Musim hujan mulai menyapa Indonesia meski patut disyukuri, namun kondisi berkendara saat hujan menjadi ancaman tersendiri bagi pengendara motor.

“Musim hujan jelas membuat lintasan lebih licin dan mengurangi traksi ban. Mudah kehilangan traksi membuat motor terpleset atau selip,” ujar Jusri Pulubuhu, owner Jakarta Defensive Driving Consulting.

Meski lebih berbahaya, namun faktor kondisi ban yang menjadi salah satu penyebab motor selip justru sering diabaikan. “Banyak yang enggan mengecek atau mengganti ban, walaupun kondisinya sudah tak layak pakai,” paparnya.

Padahal mengecek kondisi ban, menurutnya cukup mudah. “Pertama tengok dulu kondisi kembangan di tapak ban. Pastikan komponnya masih cukup tebal, yakni lebih dari 2 mm dari tread wear indicator (TWI).”

Ironisnya dirinya menambahkan jika masih banyak pengendara yang belum tahu letak dan fungsi TWI. “Banyak yang belum tahu, walau indikator ini mudah terlihat. Yakni tanda segitiga di sisi ban dan tonjolan di tengah kompon. Jika TWI sudah 2 mm, sebaiknya ban diganti,” jelas pria ramah ini.

Selanjutnya, perhatikan tekanan angin ban. “Harus sesuai dengan spesifikasi ban. Jangan sampai berlebihan, karena justru akan mengurangi traksi dan membuat licin. Tapi sebaliknya, tekanan angin kurang juga berefek dengan tarikan mesin yang lebih berat dan bensin menjadi boros,” paparnya.

Sama seperti TWI, mencari standar tekanan angin juga gampang. Lihat saja tulisan yang ada di sidewall atau dinding ban! Misal, di ban tertulis  Max Load 375 LBS AT 32 P.S.I. Cold. Itu artinya, ban tersebut mampu menahan berat maksimal sampai 375 Lbs atau sekitar 170 kg pada tekanan angin 32 psi dengan kondisi ban dingin (tidak dipakai).

Tak kalah penting, menurutnya usia ban juga harus diawasi. “Ban jangan lebih dari empat tahun. Karena karetnya sudah mati sehingga kompon keras dan berakibat traksi tidak sempurna. Cara mengetahui usia ban juga bisa dilihat di sisi ban. Terlihat empat angka di dalam lingkaran oval. Dua digit pertama menandakan pekan pembuatan, dan dua digit lainnya tahun. Misal angkanya 0913, maka ban dibuat pada pekan ke-9 tahun 2013,” pungkasnya.

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/10/31/345102/53/14/Berkendara-Musim-Hujan-Perhatikan-Kembangan-Ban

Trik Saat Pilih Lampu HID, Kelvin Bukan Patokan Terang

Meski terkesan remeh, namun masih banyak pengguna motor yang salah kaprah saat mengaplikasi lampu HID. Salah satu kesalahan yang jamak ditemukan adalah konsumen yang menentukan terangnya lampu dalam satuan Kelvin.

Hal ini disampaikan Hamdi pemilik gerai spesialis lampu, Adim Garage di Jl. Raya Pondok Gede Dirgantara 1 no. 13, Lubang Buaya, Jakarta. "Kebanyakan konsumen tahunya Kelvin makin besar, maka lampu lebih terang. Padahal hanya berbeda soal warna saja. Misalnya, lampu 4300 Kelvin berwarna kekuningan, sedangkan 6000 Kelvin bercahaya putih dan 8000 Kelvin biru kristal," urainya.

Senada diungkapkan Wira Santosa dari gerai SACS Speedglow,  Jl. Pondok Gede Raya No. 24, Bekasi. "Itu salah kaprah! Satuan Kelvin hanya menentukan temperatur warna. Sedangkan satuan terang itu adalah Lumen."

Menurutnya, satuan Kelvin itu tak berpengaruh dengan Lumen (Lm). Sehingga anggapan angka Kelvin tinggi yang sebanding dengan terangnya salah. "Sebagai contoh, rata-rata Lm HID diatas 2200Lm. Sementara lampu halogen hanya menghasilkan 1500Lm," papar Wira.

Dirinya menjelaskan justru mengingatkan bahaya aplikasi HID dengan angka Kelvin besar justru tak tembus saat hujan. "Lebih aman pakai 4300 Kelvin," ungkapnya.

Menurutnya sinar dengan satuan diatas 4500 Kelvin tak mampu menembus hujan. "Namun semakin rendah Kelvinnya, pancaran akan mirip dengan sinar matahari," katanya sembari menyatakan jika angka 3000 Kelvin sebagai standar HID terendah.

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/11/18/345537/208/27/Trik-Saat-Pilih-Lampu-HID-Kelvin-Bukan-Patokan-Terang

Sabtu, 12 Oktober 2013

Tips Untuk Menghindari Kecelakaan Karena Penggunaan Lampu HID

Bagi kita yang dilalui oleh kendaraan memanfaatkan lampu yang memiliki cahaya putih atau juga disebut lampu HID ada beberapa tips yang bisa kita gunakan untuk mengamankan keamanan kita dalam berkendara di jalan tol . Hal terpenting yang harus kita lakukan ketika kita menjalankan seluruh kendaraan menggunakan lampu HID adalah untuk mengurangi laju kendaraan kita . Hal ini sangat penting untuk mengurangi bahaya mischances asalkan kita memiliki mata linglung selama satu menit karena poros Hid lampu .
Selain itu, kami tambahan tidak diusulkan untuk melihat sumber cahaya lugas dari bar putih. Dengan alasan bahwa hal itu akan menjamin kita mengalami kesulitan melihat berkedip . Hal sebaliknya jika kendaraan menggunakan lampu Hid berada di belakang kami , kami mungkin juga mengizinkan kendaraan untuk beberapa waktu baru-baru ini , dalam terang dari fakta bahwa bar Hid lampu dapat mengganggu kita di kaca spion dan itupun sudah cukup untuk membuat mata kita melayang tunanetra . Adalah bijaksana untuk driver dan auto tidak lebih ditarik keluar memanfaatkan menutupi cahaya lampu HID , terutama mesin . Sumber dari http://sofarian.com

Risiko Menggunakan Lampu HID

Menutupi lampu cruiser yang sangat terkenal saat ini karena kekuatan cahaya berubah sangat indah dan dapat membuat setup kita bisa melihat arah kami melalui . Pada saat yang sama Anda telah menyadari bahwa pemanfaatan jenis ini lampu saat ini mulai dilarang ? Ya benar karena banyak mischances terjadi karena pemanfaatan cahaya yang memberikan kekuatan cahaya terlalu brilian dapat menyilaukan mata orang lain segera setelah melihat cahaya terang ini . Ini banyak keuntungan bagi kita ketika menggunakan lampu HID dengan virtuoso ini . Salah satunya adalah sifat cahaya yang diberi lampu di atas normal macam. Terlebih lagi , beberapa orang mengatakan bahwa menggunakan lampu jenis HID dapat melindungi perangkat penyimpanan listrik pada kendaraan .

Masih banyak tempat menarik yang bisa kita dapatkan dengan memanfaatkan lampu neon Hid yang menakjubkan nan putih ' s . Salah satu preferensi memanfaatkan semacam ini cahaya pada mesin kendaraan diatur untuk memperluas . Biasanya di bangun menggunakan lampu HID , mesin akan terlihat lebih mewah. Tidak diragukan lagi bahwa biaya kualitas terbaik lampu Hid benar-benar mahal jadi hanya pemborosan autos atau kapal penjelajah dilengkapi untuk memanfaatkan lampu . Namun kini sejumlah berkembang pembuat pencahayaan yang membantu merangsang bisnis lampu HID Menyembunyikan lampu untuk membuat biaya yang sangat moderat . Dengan lampu Hid adalah biaya yang sangat kompetitif maka seperti sejumlah besar individu yang memanfaatkan pada sebuah mobil . Baca juga artikel ini brother 
Resiko yang Bisa Ditimbulkan Dari Penggunaan Lampu HID

Jumat, 11 Oktober 2013

Resiko yang Bisa Ditimbulkan Dari Penggunaan Lampu HID

Seperti kita ditentukan segera setelah itu pemanfaatan lampu Hid dapat menyebabkan kecelakaan pada thruway , ini akurat . Disini akan digambarkan pada rekening terjadi mischances karena pemanfaatan kapal penjelajah dan otomotif disingkirkan ringan. Ini sering terjadi bahwa alasan mischances adalah gangguan penglihatan sekilas ditemui melalui auto atau cruiser pengendara yang melintasi lurus dengan kendaraan menggunakan lampu Hid . Mengapa demikian? Dengan alasan bahwa mata manusia halus terhadap cahaya , dan kami telah sangat pemahaman bahwa Menyembunyikan lampu memberikan kekuatan cahaya sangat brilian , sehingga ketika orang lewat kendaraan menggunakan lampu HID tidak akan melihat salah lagi dalam beberapa saat. Meskipun demikian , beberapa detik sudah cukup untuk membuat kesialan pada parkway .
Dengan cara ini , pemanfaatan momentum lampu Hid mulai dilarang karena membahayakan driver yang berbeda yang memanfaatkan tambahan parkway . Polisi saat ini ada lebih merekomendasikan untuk memanfaatkan lampu standar kuning atau kuning - warni lampu pijar . Berbagai jenis lampu yang memberikan cahaya putih mungkin dibatasi mengingat fakta bahwa ia memiliki kecenderungan untuk menjadi berbahaya jika digunakan di jalan.

Rawat AS Roda Bagi Pengendara Matic, Supaya Tidak Terjadi Macet

Rawat AS Roda Bagi Pengendara Matic, Supaya Tidak Terjadi Macet - Mengingat fakta bahwa selama tidak diperiksa , pertemuan antara drum dan skubek hub kembali sering terjebak . Thusly roda dipisahkan keras untuk membuat isu-isu baru . Selain itu, mulai metodologi pengosongan seperti terpisah asap roda, mur poros dan tuas rem tanpa masalah .
Hanya dalam hal itu menantang untuk dibongkar , usaha pertama treker dibantu pakai . Biarkan prosedur ini tidak terlalu besar , kasih sayang fluida meremas pertama karat . Pada saat itu tempat disambar kereta luncur plastik memberi bahwa kesempatan untuk mengumpulkan karat hancur . Dengan alasan bahwa segmen ini secara teratur tunduk dengan panas dan gerimis membuat efektif dikonsumsi alur gendang . Ketika kumpul konsumsi , sulit dibedakan deh .
Setelah itu , lanjut mitra treker tiga kaki Drum ke cincin eksternal . Dalam waktu yang berarti , poros tegang besi focal dilengkapi untuk poros. Pada saat itu mengubah besi kunci fokus poros 15 mm penggunaan dirangkai . Kepala off moderat untuk gerakan gendang . Asalkan masih terburu-buru , pengulangan ekspresi - pemanfaatan kereta luncur plastik lagi. Artinya , biarkan ngerusak bisbol lain untuk membagi gendang .
Dalam hal itu dipisahkan , ingatlah untuk segera membersihkan poros. Aku akan diragukan lagi tidak akan sulit lagi dibongkar . Misalnya , evakuasi sisa karat nyempil di as roda rigging memanfaatkan sikat kawat .
Segera setelah roda diperdagangkan , ingatlah untuk juga membersihkan kawat besi yang jelas lap pakai sebelumnya. Tepat saat itu diolesi dengan minyak . Yakin prima kembali geser roda belakang .

Tips Cara Membedakan Ban Dalam Asli dan Palsu

Seperti dilansir Tabloid Otomotif Xxiii rilis mengalir 23 - 03-09 Oktober 2013, banyak ban dalam polisi palsu dijamin tanda Irc .
Kursus ban palsu yang kualitas di bawah standar ini terus dikontrak . Bukan hanya pembuat terluka , pelanggan tambahan mungkin menanggung kemalangan yang paling menakjubkan .
" Kualitasnya jauh dari Asosiasi standar. Dan katup atau areola efektif rusak. Ditakuti senyawa kualitasnya tidak sesuai sehingga mudah robek ketika grinding dengan tepi dan dalam ban eksternal , " ilustrasi Dodiyanto , Pengembangan Produk Pt Gajah Tunggal Tbk .
Tanpa memiliki kontak dengan benda tajam , ban dalam palsu mungkin efektif tumpah . Sebenarnya , tuh resiko ! Pelanggan mungkin menjadi korban orang dan dibayangkan membuat sebuah kecelakaan .
Pada saat itu bagaimana mengenali benar dan palsu ban ? Pt Gajah Tunggal Tbk , produsen ban Zeneos Irc dan tambahan memberikan beberapa tips untuk mengenali ban palsu .
" Dari bundling , jika Irc semua karyanya dicetak cetakan atau timbul , " beber Dodiyanto teratur wara - wiri dalam kesempatan yang gagah nasional.
Pada saat itu perhatiakan tambahan bau . " Yang palsu ketika dievakuasi dari wadah , bau itu luar biasa memiliki aroma yang mirip dengan elastis dan ramuan bahan , " ia melanjutkan .
"Selain ban dalam palsu tambahan lebih fleksibel , tidak fleksibel dan mudah beradaptasi , " sesama ramah dijamin yang dijerat memakai aroma ini mahal .
Pada saat itu katup ban Irc ini selanjutnya memanfaatkan bahan tembaga . Dari tabung ke dalam fisik, menonton kode generasi .
"Karena ban Irc unik dalam kode generasi dekat katup atau valve . Pada katup juga ada kode H dan Pasifik , " menunjukkan Dodiyanto .


Info lebih lengkap kunjungi situs ini http://motor.otomotifnet.com/read/2013/10/02/344507/226/27/Trik-Bedakan-Ban-Dalam-Palsu-dan-Asli

Selasa, 08 Oktober 2013

Penggunaan Signal Kaki Pada Saat Touring

Ada perdebatan tentang penggunaan signal kaki yang memberikan tanda adanya hazzard di jalan. Beberapa pendapat mengatakan hal ini berbahaya karena keseimbangan mas bro dalam mengendalikan motor akan terganggu saat kaki mas bro tidak menapak pada footstep. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa masih sangat perlu untuk tanda atau peringatan kepada pengendara yang ada dibelakang anda. Jadi ada baiknya mas bro simak beberapa aspek yang bisa membahayakan diri mas bro.
Signal Kaki Pada Saat Melakukan Touring

Sebenarnya saat kaki mas bro tidak menapak pada footstep maka akan membahayakan diri mas bro saat ada lubang di jalan. Hal ini akan mengganggu keseimbangan mas bro dalam menjalankan motor. Yang bisa mas bro lakukan adalah dengan cara mengurangi kecepatan secara perlahan jika memang memungkinkan. Tetapi jika mas bro tidak menghindarinya maka mas bro hadapi saja lubang tersebut dengan meningkatkan kekuatan pegangan kemudi atau steer. Apabila mas bro masih bisa mengendalikan motor maka berikan signal kaki untuk memperingatkan pengendara yang ada dibelakang mas bro  Saat mas bro melakukan touring memang sangat diperlukan untuk memberikan peringatan kepada pengendara yang ada dibelakang mas bro akan adanya bahaya atau hazzard. Ada baiknya mas bro lakukan beberapa langkah dibawah ini.

Tetaplah menjaga jarak yang aman antar sesama pengendara. Ini merupakan kunci utama keselamatan berkendara secara beregu atau berkelompok memberikan signal dengan memperhatikan keamanan diri mas bro. Bila memungkinkan menggunakan signal tangan baik kiri maupun kanan. Hal ini memang ada kesulitan saat hazzard berada di sisi kanan mas bro karena kecepatan mas bro akan berkurang yang disebabkan mas bro melepaskan gas.

Terkadang mengisyaratkan kaki yang turunnya sebentar atau beberapa detik tetapi mas bro bisa ganti dengan lampu sein yang dinyalakan sebentar saja. Seperti saat ada lubang sebelah kiri maka anda nyalakan lampu sein sebelah kanan karena motor mas bro akan bergeser kekanan atau sebaliknya. Peranan SO (safety Officer) didepan RC (Captain Road) memang sangat membantu. Saat ada sesuatu di jalan (hazzard) rombongan bisa menghindari pengereman yang mendadak tapi dapat dilakukan lumpsum sehingga terhindari tabrakan beruntun. Sebenarnya pengalaman touring sangat dibutuhkan, jadi mas bro harus memperbanyak touring baik jarak dekat maupun jauh. Keep Safety Brother semoga bermanfaaat bagi brother-brother semuanya!!

Code/Safety Riders Saat Melakukan Touring

Seperti yang kita ketahui di Indonesia persentasi orang yang memiliki kendaraan roda dua lebih banyak ketimbang lainnya. Dan tidak semua pengendara motor rapi, tertib dan teratur. Malah lebih banyak yang amburadul dan ugal-ugalan.
Bagi para Club-Club dan Komunitas-Komunitas motor, pastinya sudah tau tata cara dalam berkendara selama di jalan. Baik secara personal maupun touring.
Nah supaya kita bisa lebih aman dan nyaman selama dalam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, ada baiknya temen-temen mengetahui tata cara dan sedikit tips dalam berkendaraan selama touring.
Safety Riding adalah cara berkendara yang aman dan nyaman baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.
Point-point yang harus di perhatikan :

  • Kelengkapan kendaraan bermotor standar.
  • Kaca spion wajib ada 2 buah di kiri dan kanan.
  • Lampu depan, lampu rem, riting kiri-kanan, klakson yang berfungsi.
  • STNK dan SIM selalu siap / tidak expired.
  • Plat Nomor depan belakang.
  • Memakai perlengkapan Safety Riding yang relatif paling aman apabila tanpa disengaja terjebak dalam situasi terburuk / kecelakaan.
  • Mematuhi peraturan lalu lintas. Paham rambu-rambu lalu lintas.
  • Hindari berkendara agresif. Sabar dan sopan dalam berkendara. Timbulkan simpaty/kekaguman pemakai jalan lain terhadap prilaku berkendara kita. Tidak gampang terprovokasi dengan pemakai jalan lain, tidak arogan.
  • Mengerti posisi sesama pengendara/pemakai jalan bahwa jalan raya digunakan untuk bersama. Jadi sebisa mungkin menghindari perilaku-perilaku seperti meng-klakson berlebihan, menggunakan aksesoris yang dapat mengganggu pemakai jalan lain seperti klakson kebo/anjing, sirine, strobo dsb. Prinsipnya, The Road is Not Yours Brother
Istilah-Istilah Dalam Touring :
  • Kapten = Pimpinan Touring
  • Vorijder = Yang ngatur jalan dan harus tau tekhnik isyarat tangan
  • Safety Officer = yang ngarahin keselamatan anggota tour.
  • Sweeper = Pengatur barisan (formasi)
  • Technical Officer = Bagian Teknik untuk kerusakan kecil.
Bentuk Barisan Saat Touring

Isyarat Formasi Parade
Kode Tangan:

kode 01
01- Lengan ditekuk ke samping bawah, telapak tangan menghadap belakang, artinya BERHENTI (STOP).

kode 02
02 – Lengan dan jari telunjuk diperpanjang lurus ke atas, artinya BENTUK SATU BARISAN
kode 03
03 – Tangan membuka dan menutup dengan jari dan ibu jari  lurus, artinya NYALAKAN LAMPU

Kode 04
04 – Lengan lurus ke samping bawah, telapak menghadap ke bawah, gerakan mengayun ke bawah artinya PERLAMBAT JALAN.

kode 05
05 – Lengan dengan jari telunjuk dan tengah diperpanjang lurus ke atas, artinya BENTUK DUA BARISAN.

kode 06
06 – Jari telunjuk menunjuk arah tangki sepeda motor, artinya ISI BBM (Bahan Bakar)

kode 07
07 – Lengan lurus mengayun ke atas, telapak tangan menghadap ke atas, artinya PERCEPAT JALAN.

kode 08
08 – Pada sebelah kanan, kaki kanan lurus ke bawah, pada sebelah kiri, tangan kiri lurus ke bawah, artinya  JALAN RAWAN BAHAYA

kode 09
09 – Jari dikepalkan, ibu jari diarahkan ke mulut helm, artinya BERHENTI DAN ISTIRAHAT.

kode 10
10 – Lengan lurus dengan sudut 45 o, telapak tangan ke depan menunjuk dengan jari telunjuk, mengayun dari belakang ke depan, dengan gerakan tangan sebatas dibawah bahu, artinya MEMEPRSILAHKAN DIBELAKANG UNTUK GANTI MEMIMPIN BARISAN atau MENYURUH DIBELAKANGNYA UNTUK PINDAH POSISI KEDEPAN.

kode 11
11 – Gerakan telapak tangan menekan di atas helm dengan telapak terbuka ke bawah, artinya GANTI POSISI AGAR SEDIKIT MERUNDUK.

kode 12
12 – Tangan kiri lurus ke samping 45o, tangan mengepal dan mengayun pendek naik turun, artinya MENYARANKAN BERHENTI UNTUK KENYAMANAN.

kode 13
13 – Lengan lurus ke atas tepat diatas bahu, telapak tangan membuka menghadap kedepan, artinya IKUTI SAYA.

kode 14
14 – Lengan lurus ke samping sebatas bahu, jari telunjuk lurus, gerakan mengayun ke depan melewati helm, artinya BERHASIL TIBA DITUJUAN.



Nah ini adalah tata cara barisan seperti ini, hukumnya wajib dalam touring bermotor. Namun dalam keseharian bisa juga di implementasikan, yaitu agar menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. Jika suatu waktu kendaraan di depan brother atau sisst mengerem mendadak, brother atau sisst tidak akan ikut menabrak dan tertabrak juga…
Sekian dari saya semoga bermanfaat bagi Brother atau sisst ...

Sumber dari: http://scooterismo.wordpress.com/2012/04/05/safety-rides-pada-saat-touring/#comment-18

Peraturan dan Tata Tertib Saat Melakukan Touring

PERATURAN KELENGKAPAN BAGI PENGENDARA SEPEDA MOTOR
Secret Riders Community Chapter Bandung

  1. Setiap pengendara wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM C), bagi anggota yang tidak memiliki SIM tidak diperbolehkan mengikuti aturan touring
  2. Setiap pengendara harus memeriksa kelengkapan pada setiap kendaraan sepeda motornya yang meliputi , sbb:
    * SpiOn
    * Lampu Depan & Belakng
    * Lampu Sein
    * Plat Nomor standart POLDA
  3. Bagi yang tidak memenuhi prosedur diatas kami anggap tidak dapat
    mengikuti touring
  4. Setiap pengendara wajib mengenakan keselamatan tubuh , sbb :
    * HeLm FulL FaCe
    * Sarung Tangan
    * Sepatu
    * Masker
    * Jas Hujan / PONCO ( Rain Cout )
  5. Setiap pengendara wajib membawa peralatan kunci ( TOOL KIT ), sbb :
    * Kunci Pass ukuran standar motor masing-masing
    * Kunci Busi
    * Dan lain-lain
  6. Setiap pengendara disarankan membawa fasilitas ban dalam dengan ukuran type masing-masing sepeda motor
  7. Untuk menjaga adanya kebocoran pada ban luar anda & hindari
    seperti pecahan kaca dan kerikil tajam
  8. Setiap pengendara wajib membawa surat jalan yang telah di buat oleh
    panitia touring
PERATURAN LALIN SEPEDA MOTOR 
  1. Setiap pengendara wajib mentaati rambu-rambu lalu lintas seperti lampu merah, marka jalan dll.
  2. Setiap pengendara tidak diperkenankan saling mendahului rombongan
  3. Setiap pengendara diharuskan menyalakan lampu malam pada saat rombongan berjalan pada siang hari
  4. Setiap pengendara dilarang keras membawa senjata tajam dan NARKOBA
  5. Setiap pengendara harus melihat aba-aba dari petugas yang telah ditentukan
  6. Setiap pengendara harus dalam keadaaan sehat, bagi yang sakit tidak boleh mengikuti touring
TATA TERTIB TOURING

  1. Datang On Time, Datang sesuai dengan jadwal yang ditentukan, minimal satu jam sebelum berangkat untuk istirahat, persiapan dan briefing.
  2. Menempatkan para pemula di barisan depan, dan peserta yang berboncengan.
  3. Wajib mengenali peserta lainnya terutama di depan dan belakang kita berikut petugas rombongan.
  4. Hafalkan rute atau peta serta pemberhentian yang telah dijadwalkan.
  5. Tidak dalam pengaruh alkohol, obat-obatan terlarang yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
  6. Konvoi selalu diusahakan di jalur kiri jalan.
  7. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi jalan (maksimal 80 kpj di luar kota, dan 60 kpj dalam kota).
  8. Mengikuti semua perintah petugas yang bertugas baik lisan maupun dalam bentuk kode isyarat.
  9. Tidak turut mengatur perjalanan touring kecuali petugas.
  10. Dilarang mengintimidasi pengguna jalan lain (memukul, menendang, meludahi, atau bentuk lainnya).
  11. Memberikan kesempatan kepada pengendara lain yang secara terpaksa karena kondisi lalu lintas harus masuk dalam barisan konvoi.
  12. Tidak menggunakan klakson dan sirine secara berlebihan terutama pada saat kondisi macet, kecuali kondisi emergency.
  13.  Memberikan salam penghormatan kepada petugas polisi, atau pengendara lain dengan mengacungkan ibu jari.
  14.  Memberikan isyarat yang sopan saat meminta jalan kepada pengguna jalan lainnya, dan mengucapkan terima kasih dengan mengacungkan ibu jari.
  15.  Patuhi aturan lalu lintas, Tetap menjaga aturan berlalu lintas yang baik. Jangan mentang-mentang rombongan banyak lalu melanggar rambu rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sein, berjalan berjejer dengan menghambat laju kendaraan dibelakangnya, dan jangan buang sampah seenaknya…. Jika road captain terkena lampu merah sebaiknya berhenti, meski kita rombongan banyak dan ada surat jalan, polisi tidak suka kalau kita terobos lampu merah. Kecuali kalau road captain pas lampu hijau kemudian pas tengah rombongan tiba-tiba merah, agar tidak terputus bisa lanjut terus asal dijaga oleh blocker. Jadi ketika lampu lalu lintas, meski hijau blocker tetap harus siap menjaga rombongan kalau-kalau lampu merah menyala di tengah rombongan.
  16. Nyalakan lampu utama dan hazard, meskipun jalan di siang hari, nyalakan semua lampu utama kendaraan agar kendaran lain yang di depan atau dari arah berlawanan dapat dengan cepat mengetahui keberadaan motor kita. Juga nyalakan hazard bagi yang sudah pasang. Untuk yang gak ada hazard, pasang sen kanan. Sen dan hazard dinyalakan terus sepanjang perjalanan. Kalau mau diistirahatkan gunakan waktu ketika berhenti atau lampu merah. Karena itu kondisi aki harus diperhatikan sebelum berangkat, cek kondisi setrum dan airnya jangan sampai kurang.
  17. Jangan saling menyalip kawan di depannya kecuali diperintah petugas. Touring bukan untuk saling menyalip, bukan balapan!, tapi kerapihan, ketertiban berkendara, dan kebersamaan. Bukan dilihat siapa yang sampai duluan, tapi bagaimana agar semuanya dapat selamat sampai tujuan.
  18. Jaga jarak aman antar kendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan (zig-zag), sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan didepan tiba tiba melakukan manuver/rem mendadak.
  19.  Selalu waspada dalam berkendara. Bila ngantuk berat, terjadi masalah, atau ada kerusakan motor segera beritahu petugas dengan keluar dari barisan sambil mengacungkan tangan dan membunyikan klakson panjang.

Tips Sebelum Melakukan Touring menggunakan Kendaraan Roda Dua

Hello Brothers disini kami akan memberikan Tips Sebelum Melakukan Touring Menggunakan Kendaraan Roda Dua yang sudah di rangkum oleh kami.Salah satu kegiatan yang paling digemari oleh biker saat ini adalah touring alias berkendara jarak jauh. Seringkali kegiatan touring ini dilakukan secara berkelompok, baik kelompok besar (15 orang ke atas) maupun kecil (1-10 orang).

Sebelum berangkat touring, alangkah baiknya jika segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan matang. Termasuk kondisi fisik, waktu, biaya, serta kondisi kendaraan yang akan digunakan. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda siapkan sebelum melaksanakan touring. Yang paling pertama tentu adalah kendaraan harus dalam kondisi prima. Periksa keadaan luar motor secara menyeluruh, mulai lampu depan, rem, lampu rem, roda, baut, oli, bahkan baut pun harus dipastikan terpasang dengan kuat.

Selanjutnya, sebelum berangkat touring servis dulu motor Anda. Jangan lupa pula untuk memeriksa kondisi pengapian dan pelumas mesin. Kondisi aki juga jangan ketinggalan untuk diperiksa.Kalau bisa gunakan motor dengan tangki bensi yang berukuran besar. Jika ingin menggunakan motor matic, gunakan matic yang irit bahan bakar. Hal ini sangat penting demi kesehatan kantong Anda.

Rencanakan waktu keberangkatan dengan teliti. Usahakan waktu berangkat touring bukan pada saat jalan sedang macet atau ramai seperti pada hari besar atau waktu liburan. Kebanyakan biker melakukan touring pada malam hari, sebab pada waktu tersebut jalan cenderung lebih kosong dan bebas dari hambatan. Yang terakhir adalah menjaga kekompakan dengan teman touring. Usahakan sesama rekan berkendara dengan aman dan tanpa saling mendahului apalagi sampai ngebut.