Ads 468x60px

Jumat, 22 November 2013

Mengendarai Motor Sambil Merokok, Dapat Membahayakan diri sendiri Broo!!

Naik motor sambil merokok, saat ini cukup mudah ditemui di jalan raya. Ada anggapan bahwa melakukannya akan menghasilkan sensasi berbeda, ada juga yang beralasan mengendarai motor sambil merokok dapat menjadi solusi mengatasi kebosanan akibat macet di jalan raya.

Bahkan, ada yang berpendapat, dengan merokok dapat menghilangkan kantuk saat berkendara sehingga dapat membantu untuk tetap fokus. Masa sih?

Apapun alasannya, mengendarai motor sambil merokok sangat berbahaya! Tak hanya dari segi kesehatan seperti yang sudah tercantum di bungkus rokok, tapi juga pada unsur keamanan atau safety.

"Ada beberapa resiko yang membayangi para pengendara yang mengendarai motornya sambil merokok, bukan hanya bagi dirinya tapi juga buat pengendara lainnya," tegas Andry, instruktur safety riding dari Jakarta Road Survival.

Menurut Andry, saat mengendarai motor diperlukan konsentrasi tinggi. Dengan melakukannya sambil merokok, maka konsentrasi itu akan terbagi sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Makanya salah besar jika beranggapan mengendarai motor sambil merokok itu akan meningkatkan konsentrasi “ jelas Andry.

Resiko lain adalah bara api yang terdapat pada rokok. Hembusan angin kencang saat berkendara dapat menyebabkan bara api terbang tak tentu arah, bahkan mengarah ke muka si pengendara itu sendiri. Lebih berbahaya lagi, bila bara api yang terbang itu mengarah ke muka pengendara lain yang tak siap dengan kondisi tersebut.

Mirip dengan bara api, resiko yang disebabkan oleh puntung rokok tak kalah berbahayanya. Terkadang perokok yang sedang mengendarai motor membuang rokoknya tanpa memperhatikan kendaraan di belakangnya, sehingga puntung rokok yang masih menyala dapat terbang ke arah pengendara lain yang bisa menyebabkan kecelakaan.

“Intinya, kalau memang harus merokok, lebih baik menepi dulu dan merokok di pinggir jalan, untuk meminimalisir potensi kecelakaan yang disebabkan oleh rokok,“ tutup Andry.

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/03/23/339417/53/14/Mengendarai-Motor-Sambil-Merokok-Bahaya-Bro

Tips Packing Sebelum Turing

Saat ini, sudah menjadi hal umum bila klub-klub sepeda motor menjadikan aktivitas turing sebagai kegiatan wajibnya. Rute yang ditempuh biasanya berjarak jauh, sehingga memerlukan banyak persiapan sebelum melakukan turing.

Dilansir dari Motorbike-Tours.co.uk ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum turing, agar di dalam perjalanan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat menghambat jalannya turing.

Beberapa minggu sebelum melakukan turing, mulailah membuat daftar barang yang ingin Anda bawa. Pada tahap ini, tidak masalah bila dalam daftar masih terdapat banyak barang.

Seiring makin dekatnya waktu, mulailah sortir barang-barang yang tidak terlalu penting untuk dibawa, dengan melakukan hal ini, selain menyortir barang, juga dapat meminimalisir resiko tidak terbawanya barang-barang yang justru akan diperlukan. Dalam menyortir barang perhatikan hal-hal berikut ini:

Minimalisir Barang Bawaan - Saat hendak melalukan turing, terkadang bikers ingin membawa setiap barang yang dirasa akan dibutuhkan di perjalanan nanti. Tetapi, jika barang bawaan terlalu banyak, hal itu justru akan menjadi salah satu penghambat kenyamanan kita dalam melakukan turing. Karena itu, tetapkan skala prioritas barang-barang apa saja yang akan dibawa,

Bagasi Sepeda Motor - Dibanding menggunakan tas ransel di punggung anda untuk membawa barang. Lebih baik menyiapkan boks khusus sepeda motor untuk menaruh barang, untuk meminimalisir beban kerja tubuh saat melakukan perjalanan jarak jauh. Namun tas kecil dapat di kenakan di tubuh, untuk membawa barang-barang penting seperti uang, atm, maupun telepon selular.

Meletakkan Pakaian Ganti - Kebiasaan tiap bikers dalam mengemas pakaian ganti biasanya berbeda-beda. Yang paling banyak dilakukan adalah menggulung setiap pakaian ganti sebelum dimasukkan ke dalam tas untuk memastikan pakaian tetap rapi, ada juga pilihan lain yaitu dengan menaruh pakaian dengan dilipat.

Plastik Untuk Pakaian Kotor - Penting untuk menyiapkan beberapa plastik yang akan digunakan untuk menaruh pakaian kotor, agar tidak tercampur dengan pakaian bersih anda.

Benda-benda Kecil - Cukup sering terjadi, benda-benda kecil yang penting tapi lupa kita bawa saat melalukan turing, seperti charger ponsel, kamera, baterai kamera, ataupun perlengkapan kesehatan.

Dokumen Penting - Amat krusial untuk memastikan segala dokumen seperti STNK dan SIM anda tidak tertinggal, jika akan melakukan turing ke luar negeri, pastikan untuk membawa paspor anda.

Itulah beberapa persiapan yang hendaknya dilakukan sebelum melakukan turing, dengan melakukan hal-hal tersebut niscaya akan membuat perjalanan anda aman, nyaman, dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, have a great touring!! We are Brothers!!

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/04/06/339739/53/14/Tips-Packing-Sebelum-Turing

Dilarang Keras Melamun!, Safety dan Konsentrasi Saat Berkendara

Sebuah perusahaan asuransi di Ameriak serikat, Erie Insurance Group (EIG) melakukan penelitian tentang kasus penyebab kecelakaan. Hasilnya, di luar dugaan banyak orang. Teramsuk kita, ente dan semua pembaca MOTOR Plus. Yup, faktanya, sebanyak 62 persen dari kecelakaan fatal di Amerika Serikat (AS), diakibatkan karena melamum.

Tercatat, 10 persen kecelakaan fatal di negeri Paman Sam ini, melibatkan minimal satu pengendara yang melamun. Dan you harus tahu, ternyatamelamun saat riding, mempunyai risiko 5 kali lipat ketimbang pengemudi mobil yang menggunakan ponsel. Seperti dilansir pada Bloomberg,  kecelakaan karena ponsel hanya 12 persen.  

Penelitian didasarkan data polisi 2010-2011 dari Fatality Analysis Reporting System (FARS). Ini adalah sensus nasional kecelakaan lalu lintas fatal pada kendaraan bermotor yang dikelola langsung oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) .

Hasil penelitian ini juga banyak direspon oleh organisasi masyarakat yang peduli terhadapat keselamatan berkendara seperti AAA Foundation maupun Kementerian Perhubungan AS. Dan menjadikan April sebagai bulan nasional khusus memperingati anti melamun di jalan.

Benar. Melamum bisa lebih berbahaya daripada penggunaan ponsel. Karena, penggunaan ponsel saat riding, bisa dibatasi dan ditekan dengan adanya Undang Undang yang menindak tegas dan denda tinggi bagi pelanggarnya. Ini sudah diterapkan di Indonesia.
Sedangkan melamun, tidak bisa diundang-undangkan. Karena, ini adalah sifat alami manusia. Makanya perlu kesadaran tinggi dari setiap pengendara.  Jangan naik motor sambil melamu atau sebaliknya!

Melamun bisa dibilang hilangnya perhatian. Dalam kamus bahasa Indonesia, diartikan pikiran melayang kemana-mana tidak konsentrasi. Kalau sambil duduk di rumah, silakan seharian melamum. Karena itu tidak membahayakan orang. Tapi kalau kalau melamun sambil riding, bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga nyawa orang lain.

Itulah mengapa melamun haram bagi pengendara saat berkendara. Saat berkendara butuh konsentrasi penuh. Karena setiap detik harus mengambil keputusan penting. “Kapan buka gas, kapan ngerem, kapan pindah gigi, kapan mencet klakson, kapan ngintip spion dan banyak lagi. Dan itu harus dilakukan setiap saat.

Makanya, tidak boleh ada waktu buat melamun atau hilang konsentrasi ketika berkendara.” tegas Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding

Contoh gampang, sobat naik motor dengan kecepatan 60 km/jam. Sedetik saja sobat melamum, maka motor sudah bergerak 16,6 meter. Coba bayangkan kalau you melamun ketika berkendara selama 5 detik. Tanpa disadari motor sudah melesat sejauh 83,3 meter dengan kecepatan 60 km/jam. Bayangkan kalau tiba-tiba di depan ada motor atau pejalan kaki melintas. Braaakkkkkk…

Ilustrasi di atas bila berkendara dengan kecepatan 60 km/jam. Lha, kalau lebih dari itu? Wassalam, Bro!

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/04/24/340362/53/14/Safety-dan-Konsentrasi-Saat-Berkendara-Dilarang-Keras-Melamun-

Rabu, 20 November 2013

Stiker di Sepatbor Belakang Simpan Potensi Bahaya

Menempelkan stiker di sepatbor belakang sepeda motor sudah menjadi hal yang umum. Mulai dari stiker yang berisi kalimat lucu, kata-kata mutiara, hingga logo klub motor cukup mudah ditemui. Stiker-stiker ini tak jarang menjadi semacam hiburan bagi pengendara di belakangnya, apalagi jika stiker yang ditempel berisi kalimat lucu yang dapat membuat kita sedikit tersenyum.

Namun hati-hati, stiker di sepatbor belakang ternyata juga menyimpan potensi bahaya. Letaknya yang biasanya di bagian bawah dapat menyebabkan pengendara di belakang kehilangan fokus pada keadaan sekitar karena terlalu asyik membaca stiker di depannya.

“Soal stiker di sepatbor tidak ada aturan khusus yang mengatur posisinya, sehingga si pemilik motor tidak dapat disalahkan. Tetapi harus diakui, stiker pada posisi tersebut dapat mengandung bahaya bagi pengendara lain,” jelas Andry Berlianto, instruktur safety riding dari Jakarta Road Survival.

Jadi, disarankan kepada pengendara untuk tidak terpancing melihat stiker dalam waktu lama, kecuali dalam keadaan diam atau berhenti. “Jangan sampai stiker itu mengalihkan fokus kita, tetap waspada pada keadaan sekitar,” kata Andry.

Nah, jadi jangan sampai tertawa membaca stiker di depan kita tapi setelahnya malah nabrak ya. Hati-hati ya..!

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/09/12/344011/53/14/Waspada-Stiker-di-Sepatbor-Belakang-Simpan-Potensi-Bahaya

Berkendara di Musim Penghujan, Perhatikan Kembangan Ban Anda

Musim hujan mulai menyapa Indonesia meski patut disyukuri, namun kondisi berkendara saat hujan menjadi ancaman tersendiri bagi pengendara motor.

“Musim hujan jelas membuat lintasan lebih licin dan mengurangi traksi ban. Mudah kehilangan traksi membuat motor terpleset atau selip,” ujar Jusri Pulubuhu, owner Jakarta Defensive Driving Consulting.

Meski lebih berbahaya, namun faktor kondisi ban yang menjadi salah satu penyebab motor selip justru sering diabaikan. “Banyak yang enggan mengecek atau mengganti ban, walaupun kondisinya sudah tak layak pakai,” paparnya.

Padahal mengecek kondisi ban, menurutnya cukup mudah. “Pertama tengok dulu kondisi kembangan di tapak ban. Pastikan komponnya masih cukup tebal, yakni lebih dari 2 mm dari tread wear indicator (TWI).”

Ironisnya dirinya menambahkan jika masih banyak pengendara yang belum tahu letak dan fungsi TWI. “Banyak yang belum tahu, walau indikator ini mudah terlihat. Yakni tanda segitiga di sisi ban dan tonjolan di tengah kompon. Jika TWI sudah 2 mm, sebaiknya ban diganti,” jelas pria ramah ini.

Selanjutnya, perhatikan tekanan angin ban. “Harus sesuai dengan spesifikasi ban. Jangan sampai berlebihan, karena justru akan mengurangi traksi dan membuat licin. Tapi sebaliknya, tekanan angin kurang juga berefek dengan tarikan mesin yang lebih berat dan bensin menjadi boros,” paparnya.

Sama seperti TWI, mencari standar tekanan angin juga gampang. Lihat saja tulisan yang ada di sidewall atau dinding ban! Misal, di ban tertulis  Max Load 375 LBS AT 32 P.S.I. Cold. Itu artinya, ban tersebut mampu menahan berat maksimal sampai 375 Lbs atau sekitar 170 kg pada tekanan angin 32 psi dengan kondisi ban dingin (tidak dipakai).

Tak kalah penting, menurutnya usia ban juga harus diawasi. “Ban jangan lebih dari empat tahun. Karena karetnya sudah mati sehingga kompon keras dan berakibat traksi tidak sempurna. Cara mengetahui usia ban juga bisa dilihat di sisi ban. Terlihat empat angka di dalam lingkaran oval. Dua digit pertama menandakan pekan pembuatan, dan dua digit lainnya tahun. Misal angkanya 0913, maka ban dibuat pada pekan ke-9 tahun 2013,” pungkasnya.

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/10/31/345102/53/14/Berkendara-Musim-Hujan-Perhatikan-Kembangan-Ban

Trik Saat Pilih Lampu HID, Kelvin Bukan Patokan Terang

Meski terkesan remeh, namun masih banyak pengguna motor yang salah kaprah saat mengaplikasi lampu HID. Salah satu kesalahan yang jamak ditemukan adalah konsumen yang menentukan terangnya lampu dalam satuan Kelvin.

Hal ini disampaikan Hamdi pemilik gerai spesialis lampu, Adim Garage di Jl. Raya Pondok Gede Dirgantara 1 no. 13, Lubang Buaya, Jakarta. "Kebanyakan konsumen tahunya Kelvin makin besar, maka lampu lebih terang. Padahal hanya berbeda soal warna saja. Misalnya, lampu 4300 Kelvin berwarna kekuningan, sedangkan 6000 Kelvin bercahaya putih dan 8000 Kelvin biru kristal," urainya.

Senada diungkapkan Wira Santosa dari gerai SACS Speedglow,  Jl. Pondok Gede Raya No. 24, Bekasi. "Itu salah kaprah! Satuan Kelvin hanya menentukan temperatur warna. Sedangkan satuan terang itu adalah Lumen."

Menurutnya, satuan Kelvin itu tak berpengaruh dengan Lumen (Lm). Sehingga anggapan angka Kelvin tinggi yang sebanding dengan terangnya salah. "Sebagai contoh, rata-rata Lm HID diatas 2200Lm. Sementara lampu halogen hanya menghasilkan 1500Lm," papar Wira.

Dirinya menjelaskan justru mengingatkan bahaya aplikasi HID dengan angka Kelvin besar justru tak tembus saat hujan. "Lebih aman pakai 4300 Kelvin," ungkapnya.

Menurutnya sinar dengan satuan diatas 4500 Kelvin tak mampu menembus hujan. "Namun semakin rendah Kelvinnya, pancaran akan mirip dengan sinar matahari," katanya sembari menyatakan jika angka 3000 Kelvin sebagai standar HID terendah.

Sumber: http://motor.otomotifnet.com/read/2013/11/18/345537/208/27/Trik-Saat-Pilih-Lampu-HID-Kelvin-Bukan-Patokan-Terang